The Negative Impact of Circular Migration and Communication Technology: Threats to Family Resilience and Dynamics in Wonogiri Regency
Abstrak
Penelitian ini mengkaji fenomena kerentanan institusi keluarga migran sirkuler di Kabupaten Wonogiri yang dipicu oleh perubahan struktur relasional meskipun kesejahteraan material meningkat. Dengan menggunakan kerangka teoritis Transnasionalisme dan Analisis Peran Gender, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif untuk menganalisis transformasi keluarga dalam hubungan jarak jauh
(long distance marriage) yang dimediasi oleh teknologi komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan: (a) migrasi
menghasilkan pergeseran peran gender yang signifikan melalui remittance empowerment dan meningkatkan otonomi finansial,serta bargaining power istri di daerah asal; (b) teknologi komunikasi seperti video call dan media sosial berfungsi ganda sebagai instrumen kohesi sekaligus sumber konflik baru yang
memicu kecurigaan dan pertengkaran dalam praktik real-time monitoring; (c) tingginya angka cerai gugat merupakan manifestasi dari keberanian istri yang berdaya secara finansial untuk mengakhiri pernikahan yang tidak harmonisyang diperparah oleh kegagalan mediasi kelembagaan lokal dalam menangani konflik virtual dan trans-lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan keluarga migran di Wonogiri harus diupayakan melalui literasi digital yang beretika dan penguatan mekanisme mediasi trans-lokal, bukan sekadar peningkatan ekonomi.
Referensi
Aditya, B., & Setiawan, A. (2024). The Paradox of Digital Connection: Long-Distance Marriages and the Rise of Digital Surveillance. Contemporary Social Research, 15(2), 112–130.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
De Haas, H. (2021). A theory of migration: the aspirations-capabilities framework. Comparative Migration Studies, 9(1). https://doi.org/10.1186/s40878-020-00210-4
Diah, M. P. (2020). Pembangunan Pedesaan Untuk Mengurangi Kesenjangan Antara Desa Dan Kota Di Indonesia: Peluang Dan Tantangan. Public Administration Journal Of Research, 2(2), 165–173. Https://Doi.Org/10.33005/Paj.V2i2.45
Dustmann, C., & Görlach, J.-S. (2015). Discussion Paper Series The Economics of Temporary Migrations. CREAM-Discussion Paper Series, CPD 03/15.
Giddens, A. (1990). The consequences of modernity. Stanford university press.
Hadi, S., & Pratama, A. (2025). Navigating Digital Intimacy: Communication Practices and Marital Conflicts Among Indonesian Migrant Families. International Journal of Sociology of the Family, 51(2), 112–135.
Hugo, G. (2002). Effects of international migration on the family in Indonesia. Asian and Pacific Migration Journal, 11(1), 13-43.
Kartini, A., & Maulana, A. (2019). Redefinisi Gender Dan Seks. An-Nisa’ : Jurnal Kajian Perempuan Dan Keislaman, 12(2). https://doi.org/10.35719/annisa.v12i2.18
Khoiriyah. (2023). Remitansi untuk Hidup di Desa Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan. Lembaran Antropologi, 2(1). https://doi.org/10.22146/la.4227
Levitt, P., & Jaworsky, B. N. (2007). Transnational migration studies: Past developments and future trends. Annual Review of Sociology, 33, 129–156.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2023-2025). Direktori Putusan Pengadilan Agama Wonogiri. Diakses dari https://putusan3.mahkamahagung.go.id.
Mantra, (2013). Demografi Umum. Pustaka Belajar, Yogyakarta.
Portes, A. (2001). The study of transnationalism: Pitfalls and promise of an emergent research field. Ethnic and Racial Studies, 22(2), 217-237.
Radar Solo. (2023, 13 Juli). Sering Bertengkar, 908 Pasutri di Wonogiri Ajukan Cerai di Semester I Tahun 2023. Radar Solo.
Rahmawati, Y., et al. (2025). Digital Surveillance and Trust Dynamics in Long-Distance Marriages: A Qualitative Study. Journal of Digital Media & Policy, 16(1), 22–40.
Sari, R. P., & Wijaya, H. (2025). Shifting Gender Roles in Migrant Households: Remittances, Autonomy, and Divorce Trends in Indonesia. International Journal of Migration and Society, 7(3), 201–222.
Wickramasekara, P. (2012). Circular Migration: A Triple Win or a Dead End. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.1834762
Yulianto, F., & Furqan, M. (2022). Pekerja Migran Sirkuler Dalam Peningkatan Kesejahteraan Sosial Keluarga Di Desa Ngemboh Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 8(1). Https://Doi.Org/10.22373/Al-Ijtimaiyyah.V8i1.13024



