Peranan Peranan Modal Sosial dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri
Abstract
Village-owned enterprises (BUMDes) are growing in Indonesia in line with government policies that encourage village development through decentralisation and bottom-up approaches. One important factor in the sustainability of BUMDes is social capital that includes six main elements: norms, trust, internal and external networks, increased village income, increased community income, and transparency and professionalism of management. This research focuses on BUMDes Tirta Mandiri in Ponggok Village, Polanharjo Sub-district, Klaten Regency that has been established since 2009 and has survived until now. The research method used in this study is descriptive qualitative method with supporting data in the form of secondary data. This method was chosen because it is considered capable of explaining the research phenomenon in a complex and in-depth manner. In this research, social capital is able to be utilised by BUMDes Tirta Mandiri. Researchers divided the utilisation of social capital into 6 (six) elements, namely norms, trust, internal and external networks, increasing village income, increasing community income, as well as transparency and professional management. The results show that social capital plays a significant role in the sustainability of BUMDes Tirta Mandiri. The element of norms can be seen in the alignment of vision between the BUMDes and the village development plan. The trust element is formed from the tangible results of the BUMDes, knowledge ownership, as well as norms.
References
Ariutama, Saputra, & Sukmono. (2020). The Role of Village-Owned Enterprises (BUMDes) to Rural Development: A Comparative Institutional Analysis. Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah, 59-65.
Barasani, A. R. (2017). Pemanfaatan Modal Sosial Bagi Keberlanjutan Badan Usaha Milik Desa Tirta Mandiri, Kelurahan Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Skripsi). Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.
Boix, C., & Posner, D. N. (1996). Making social capital work: A review of Robert Putnam’s making democracy work: Civic traditions in modern Italy (Paper No. 96–4). The Weatherhead Center for International Affairs, Harvard University
Dokumen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Desa Ponggok.
Farmer, J., Steinerowski, A., & Jack, S. (2008). Starting social enterprises in remote and rural Scotland: Best or worst of circumstances? International Journal of Entrepreneurship and Small Business, 6(3), 450–464.
Francis, Fukuyama. (1995). Trust: The Social Virtues and the Creation of Prosperity. London: Penguin Books.
Hasbullah, Jousairi. (2006). Social Capital: Menuju Keunggulan Budaya Manusia Indonesia. Jakarta: MR-United Press.
Inayah. (2012). Peranan Modal Sosial dalam Pembangunan. Ragam: Jurnal Pengembangan Humaniora Politeknik Negeri Semarang, 12 (1).
Iskandar, Z. S., & Aritenang, A. F. (2020). An evaluation of village funds spending to promote sustainable communities: The case Cihideung village, West Java. IOP Conference Series Earth and Environmental Science, 447, 012017
Miles, M.B. dan Huberman, A.M. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode Metode Baru. UIPress. Jakarta.
Pardi & Istiyanto. (2020). Analisis Transfaransi dan Akuntabilitas Dana Desa Sebagai Penguatan Badan Usaha Milik Desa (Studi Badan Usaha Milik Desa Tirta Mandiri Ponggok Klaten). Edunomika, 4 (2), 1-13.
Patton, Michael Quinn. 2009. Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Peraturan Desa Ponggok No. 6 tahun 2009 tentang Badan Usaha Milik Desa.
Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur di Lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.
Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas No. 4 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Desa Ponggok 2014-2019.
Soetomo. (2014). Kesejahteraan dan Upaya Mewujudkannya dalam Perspektif Masyarakat Lokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Syahra, Rusydi. (2003). Modal Sosial: Konsep dan Aplikasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 5 (1).
Thoha, Miftah. 2007. Pembinaan Organisasi Proses Diagnosa dan Intervensi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Undang-undang (UU) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mengatur tata cara pelaksanaan otonomi desa, tata kelola pemerintahan desa, dan pembangunan desa.
Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Wandansari, R. P. (2022). Pengawasan Pengelolaan BUMDes Tirta Mandiri Desa ponggok (Studi Kasus Pengelolaan BUMDes Berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa). (Skripsi). Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Yin, R. K. (2013). Case study research: Design and methods. Sage publications.
Yunanto, dkk. (2013). Membangun BUMDes yang Mandiri, Kokoh, dan Berkelanjutan. Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD).

