Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Pertumbuhan Penduduk dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Tingkat Kemiskinan di Kalimantan Selatan Tahun 2020–2024
Abstrak
Kemiskinan merupakan permasalahan struktural yang kompleks dan tetap menjadi tantangan utama dalam pembangunan daerah. Meskipun Provinsi Kalimantan Selatan sempat mencatatkan tingkat kemiskinan terendah secara nasional pada tahun 2021, ketimpangan antarwilayah, tingginya angka pengangguran terbuka dan laju pertumbuhan penduduk yang cepat masih menjadi persoalan mendasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengangguran terbuka, pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Selatan selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel pada 13 Kabupaten/Kota, serta pemodelan dengan pendekatan Random Effect Model yang dipilih berdasarkan uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel tingkat pengangguran terbuka dan pertumbuhan penduduk berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, masing-masing dengan p-value 0,0437 dan 0,0069. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p-value 0,9108). Variabel pertumbuhan penduduk merupakan faktor paling dominan dengan koefisien -0,468169. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan berbasis data untuk mengendalikan pengangguran dan mengoptimalkan potensi demografi dalam upaya pengentasan kemiskinan di tingkat daerah.
Referensi
Adi Perkasa, M. M., & Siregar, S. (2024). Pengaruh pertumbuhan ekonomi, angka partisipasi kasar, dan laju pertumbuhan penduduk terhadap tingkat kemiskinan di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Selatan periode 2015–2019. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 7(1), 254–264. https://doi.org/10.20527/jiep.v7i1.70
Dewi, A. I., Indrawati, L. R., & Destiningsih, R. (2020). Analisis determinan penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah tahun 2014–2018. DINAMIC: Directory Journal of Economic, 2(1), 76–94. https://doi.org/10.31002/dinamic.v2i1.1397
Mita, D., & Usman, U. (2018). Pengaruh jumlah penduduk, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Ekonomi Regional Unimal, 1(2), 46. https://doi.org/10.29103/jeru.v1i2.728
Oratmangun, H. D., Kalangi, J. B., & Naukoko, A. T. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Sulawesi Utara. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 21(6), 59–70.
Paridah, S., & Pahlevi, K. (2023). Pengaruh pertumbuhan penduduk, pengangguran dan pendidikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2011–2020. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 6(2), 947. https://doi.org/10.20527/jiep.v6i2.11075
Safuridar, S. (2017). Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Kabupaten Aceh Timur. Ihtiyath: Jurnal Manajemen Keuangan Syariah, 1(1). https://doi.org/10.32505/ihtiyath.v1i1.674
Sen, A. (1999). Development as freedom. New York, NY: Alfred A. Knopf.
Ravallion, M. (1994). Poverty comparisons. Chur, Switzerland: Harwood Academic Publishers.
Sachs, J. (2005). The end of poverty: Economic possibilities for our time. New York, NY: Penguin Books.
Silastri, N., Iyan, R. Y., & Sari, L. (2017). Pengaruh jumlah penduduk dan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) terhadap kemiskinan di Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau, 4(1), 105–117.
Tambunan dalam Dewi, A. I., Indrawati, L. R., & Destiningsih, R. (2020). Analisis determinan penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah tahun 2014–2018. DINAMIC: Directory Journal of Economic, 2(1), 76–94.
Tompoh, K., Masinambow, V. A., & Lapian, A. L. Ch. P. (2024). Pengaruh pengangguran, tingkat pendidikan dan jumlah penduduk terhadap kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 24(6), 58–69.



