Analisis Komparasi Profitabilitas Usahatani Jagung (Zea Mays) Pola Kemitraan dan Nonkemitraan di Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak
Abstrak
Pemerintah Indonesia saat ini memiliki program swasembada pangan dengan empat komoditas utama yaitu beras, bawang, jagung dan cabai. Komoditas jagung merupakan salah satu komoditas yang masih mengejar target swasembada untuk menekan angka impor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usahatani jagung pola kemitraan dan nonkemitraan, serta menganalisis komparasi profitabilitas keduanya. Lokasi Penelitian yaitu di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah survei, sedangkan metode pengambilan sampel secara sensus sebanyak 20 petani pada usahatani jagung pola kemitraan dan 30 petani pada usahatani jagung pola nonkemitraan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskriptif meliputi analisis dampak sumber daya manusia (SDM), dampak sosial dan dampak ekonomi. Analisis kuantitatif meliputi analisis biaya produksi, analisis penerimaan, analisis pendapatan, dan analisis profitabilitas, serta analisis uji Independent Sample T–test. Hasil Penelitian menunjukkan rata-rata luas lahan petani pola kemitraan 4.975 m2 dan petani pola nonkemitraan 7.161,20 m2, rata–rata biaya produksi petani pola kemitraan Rp.5.776.450,- dan petani pola nonkemitraan Rp.4.489.075, rata–rata penerimaan usahatani pola kemitraan Rp.15.342.500,- dan petani pola nonkemitraan Rp.9.491.667,-, serta rata-rata pendapatan petani pola kemitraan Rp.9.566.050,- dan petani pola nonkemitraan Rp.5.002.592,-. Rata–rata profitabilitas usaha tani pola kemitraan 154,22% dan usahatani pola nonkemitraan 112,76%. Hasil Uji Independent Sample T–test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara profitabilitas usahatani jagung pola kemitraan dan pola nonkemitraan. Profitabilitas usahatani jagung pola kemitraan lebih besar 41,46% dibandingkan dengan pola nonkemitraan.
Referensi
Andi, A. 2018. Pengaruh pendapatan dan jumlah tanggungan petani terhadap Tingkat Pendidikan anak di Desa Jombang, Kecamatan Pattallasang Kabupaten Gowa. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. UIN Alauddin Makassar.
Ardiansyah, M.R, Mukson & Wiludjeng Roessali. 2023. Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Melati di Desa Kaliprau Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA). 7 (3) : 1079 – 1097.
Ashari, Ulfira. 2020. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Jagung di Kecamatan Patilanggio Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian: 240 – 254. Manokwari, 14 November 2020: Politeknik Pembangunan Pertanian.
Badan Pusat Statistik. 2018. Kabupaten Demak dalam Angka 2018.
Badan Pusat Statistik. 2020. Kabupaten Demak dalam Angka 2020.
Badan Pusat Statistik. 2021. Kecamatan Karangawen dalam Angka 2021.
Badan Pusat Statistik. 2023. Kabupaten Demak dalam Angka 2023.
Fadli, S. 2014. Analisis Pendapatan dan kelayakan usahatani tomat di kelurahan Boyaoge Kecamatan Tatanga Kota Palu. Agroland. J. Ilmu – ilmu Pertanian. 21 (1) : 45 – 48.
Harahap, R. B. 2018. Kajian gender dan anak di Desa Tobing Julu Kecamatan Huristak Kabupaten Padang Lawas. J. Kajian Gender dan Anak. 2(1) : 71 – 90.
Khakim, L., D. Hastuti & A. Widiyani. 2013. Pengaruh luas lahan, tenaga kerja, penggunaan benih, dan penggunaan pupuk terhadap produksi padi di Jawa Tengah. J. Ilmu – ilmu Pertanian Mediagro. 9(1) : 71 – 79.
Prastyo, D & I. N. Kartika. 2017. Analisis faktor – faktor yang mempengaruhi produksi ayam broiler di Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan. Piramida. 13(2) : 77 – 86.
Rondonuwu, Claudia Olvi. 2017. Kehidupan Petani di Kelurahan Tumobui Kecamatan Kotamobagu. Universitas Sam Ratulangi.
Setyawan, A., S. wahyuningsih, & W. D. Nurjayanti. 2014. Faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan petani karet (studi kasus di Desa Getas Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal). J. Mediagro. 10 (2) : 69 – 80.
Sidabutar, P. 2014. Analisis usahatani jagung (zea mays) di Desa Dosroha Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. J. Online Mahasiswa (JOM) Bidang pertanian. 1 (1) : 1 – 14.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alafabeta.
Suharso, M., A. Legowo & A. Setiade. 2017. Strategi Pengembangan salak nglumut bersertifikat prima 3 di Kabupaten Magelang. J. Sosial Ekonomi Pertanian. 1(10. 44 – 53.
Susanti, D., Nurul, H. l. & T. Widayat. 2016. Pengaruh Umur petani, Tingkat Pendidikan, dan luas lahan terhadap hasil produksi tanaman sembung. J. Tumbuhan Obat Indonesia. 9 (2) : 75 – 82.
Utami, S., M. Safii, dan T. Wijono. 2015. Evaluasi pola kemitraan usahatani tebu (Studi pada PTPN X (Persero) PG. Pesantren Baru Kediri) J. Administrasi Bisnis. 2 (2) : 1 – 10.
Wulandari, A. N., S. Heddy dan A. Suryanto. 2014. Penggunaan bobot tumbi pada peningkatan hasil tanaman kentang (solanum tuberosum l.) g3 dan g4 varietas granola. J. Produksi Tanaman. 2(1) : 65 – 72.



