Strategi Penghidupan Petani Hortikultura di Kota Tebing Tinggi

  • Wishlia Rahmi Diponegoro University
  • Agus Subhan Prasetyo Agribisnis Universitas Diponegoro
  • Kadhung P rayoga Agribisnis Universitas Diponegoro
Kata Kunci: Hortikultura, Petani, Strategi Penghidupan

Abstrak

Petani hortikultura di Tebing Tinggi menjadikan petani sebagai pekerjaan utamanya, namun pekerjaan sebagai petani tidak menjamin kesejahteraan di Tebing Tinggi. Strategi penghidupan adalah berbagai kegiatan atau upaya yang dilakukan individu ataupun rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya demi keberlangsungan hidup. Strategi penghidupan dikelompokkan menjadi strategi tunggal dan campuran. Strategi penghidupan juga dibagi menjadi lima yaitu modal manusia, modal alam, modal finansial, modal fisik dan modal sosial. Pemilihan lokasi penelitian secara purposive di Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak tidak adanya pengepul, menganalisis modal manusia, modal alam, modal finansial, modal fisik dan modal sosial petani serta strategi penghidupan petani hortikultura. Penelitian dilakukan pada 15 informan, dimana 10 informan condong melakukan strategi penghidupan campuran. Metode yang digunakan survey dengan sifat deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak tidak adanya pengepul bagi petani hortikultura adalah pendapatannya jadi berkurang karena sekarang mengharuskan mereka membatasi jumlah panen. Sebanyak 10 informan menerapkan startegi penghidupan campuran dan 5 lainnya menerapkan strategi penghidupan tunggal. Modal yang dimiliki terdiri dari 5, yaitu modal manusia yang terdiri dari tingkat pendidikan dan alokasi tenaga kerja, modal fisik yang terdiri dari rumah dan kendaraan, modal alam yang terdiri dari lahan pertanian dan ternak, modal finansial yang terdiri dari tabungan dan pinjaman, serta modal sosial yang terdiri dari kelompok tani dan lembaga pemerintah.

Referensi

Adger WN. 2000. Social and ecological resilience: are they relatted? progress in human geography. [Jurnal]. 23(3): 347-364.

Badan Pusat Statistik. 2022. Tebing Tinggi Dalam Angka. Tebing Tinggi (ID): Badan Pusat Statistik.

Dahar, D., R. Oktaviani, dan W. Rindayati. 2014. Analisis pemberlakuan non tariff measures (ntm) pada ekspor hortikultura Indonesia Ke Asean +3. Bina Ekonomi. 18: 98 – 116.

https://scholar.google.com

Derek, R. R., E. P. Manginsela, dan B. O. LS. 2016. Strategi hidup masyarakat petani Di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Agri-Sosioekonomi. 12: 91 – 106. https://scholar.google.com

Fatchiya, A., S. Amanah, S., dan T. Soedewo. 2019. The welfare level of fish processor household: objectivity and subjectivity indicators (a case in pringsewu regency, Lampung Province). Sosiologi Pedesaan. 7: 252 – 262.

https://scholar.google.com

Fuady, I., D. P. Lubis, R. W. Lumintang. 2012. Perilaku komunikasi petani dalam pencarian informasi pertanian organik (kasus petani bawang merah di Desa Srigading Kabupaten Bantul). Komunikasi Pembangunan. 10: 10 – 18.

https://scholar.google.com

Hahury, H.D., Soselisa, F. 2021. Strategi Penghidupan Rumah Tangga Pedesaan dalam Menghadapi Dampak Pandemi Covid-19. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6, No. 2. P. 345 – 350. http://ppm.ejournal.id/index.php/pengabdian/article/view/817/401

Izzati, A., Suwarto, Anantanyu, S.,. 2021. Pemanfaatan Livelihood Assets Sebagai Strategi Bertahan Hidup Petani Daerah Konservasi DAS Solo di Desa Beruk Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar. Agrovital : Jurnal Ilmu Pertanian Volume 6, Nomor 2, Nopember 2021 p.75 – 80. https://scholar.google.com

Laila, S. 2020. Upaya pertanian dalam pemberantasan kemiskinan menuju kesejahteraan petani, (studi pada Kelompok Tani Sido Mulyo Desa Pudak Wetan Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo). Community Development and Disaster Management. 2: 1 – 8. https://scholar.google.com

Satmoko, S., S. Prasetyo, dan Y. I. Pertiwi. 2019. Strategi penghidupan masyarakat desa hutan di Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Sosial Ekonomi Pertanian. 3: 174 – 182. https://scholar.google.com

Prayoga, K., S. Nurfadillah, dan A. M. Riezky. 2020. Penguatan sistem pendidikan SDM dalam pembangunan pertanian: agribisnis di mata pemuda. AGRISEP. 19: 53 – 67. https://scholar.google.com

Rahmawati, R., August E Pattiselann, A.E., Wenno, N. F. 2023. Rumahtangga Petani Di Desa Waimusi Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah. Komunitas: Jurnal Ilmu Sosiologi. Vol. 6 No. 1 Hal. 17 – 32. https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/komunitas/article/view/9123/5834

Rokhmah A, C. S. Ammatillah, Y. Sastro. 2014. Vertiminaponik, mini akuaponik untuk lahan sempit di perkotaan. Buletin Pertanian Perkotaan. 4: 14 – 22.

https://scholar.google.com

Rusdiana, S., dan C. R. Adawiyah. 2013. Analisis ekonomi dan prospek usaha tanaman dan ternak sapi di Lahan Perkebunan Kelapa. Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis. 10: 118 – 131.

https://scholar.google.com

Scoones, I. (2009). Livelihoods perspectives and rural development. The Journal of Peasant Studies, 36(1), 171-196.

Sebastian Saragih, S. Lassa, J. Ramli, A. 2007. Kerangka Penghidupan Berkelanjutan. Sustainable Livelihood Framework. https://www.researchgate.net/publication/361024285

Sugiharto, A., H. Hartoyo, dan I. Muflikhati. 2016. Strategi nafkah dan kesejahteraan keluarga pada keluarga petani tadah hujan. Ilmu Keluarga dan Konsumen. 9: 33 – 42. https://scholar.google.com

Sujarwo, et al., 2023. Sustainable Livelihood Assets (SLA) Sektor Pertanian Di Jawa Timur. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Pertanian II. Hal: 256 - 260

Diterbitkan
2024-11-06