MENGOPTIMALKAN TATA KELOLA SAMPAH DI BANYUMAS: Solusi bagi Jawa Tengah?
Abstrak
Pada tahun 2022, Jawa Tengah tercatat sebagai penghasil sampah terbesar nasional dengan total timbulan 5,67 juta ton (16,03%). Tantangan utama tata kelola persampahan di wilayah ini meliputi identifikasi sumber timbulan, optimalisasi peran pemerintah dan swasta, serta partisipasi masyarakat. Berdasarkan keberhasilan Kabupaten Banyumas, faktor kunci dalam penanganan sampah adalah kolaborasi sinergis antara pemerintah daerah, offtaker, dan masyarakat. Untuk mereplikasi keberhasilan tersebut ke seluruh Jawa Tengah, diperlukan langkah strategis yang meliputi: evaluasi kebijakan, penyusunan cetak biru (blueprint) dan rencana aksi, perbaikan akurasi data, penguatan literasi 3R, peningkatan teknologi pengolahan, serta optimalisasi kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan CSR.
Referensi
Fatmawati, A., & Setyowati, L. (2022). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilahan Sampah Rumah Tangga. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(3), 560-572.
Febriani, L., Siregar, Y. I., & Putra, R. M. (2020). Analisis Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Partisipasi. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 11(1), 16–26
Pratama, R., dkk. (2022). Potensi Replikasi Model Pengelolaan Sampah Terpadu Banyumas untuk Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 18(3), 310-325.
Purnomo, C. W. (2021). Solusi Pengelolaan Sampah Kota. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.