BAGAIMANA MEWUJUDKAN PERAN SEKTOR PERIKANAN UNTUK KETAHANAN PANGAN? Aspek Rantai Pasok Hilir Perikanan Tangkap

  • Lita Febrian BRIDA Provinsi Jawa Tengah
  • Eny Hari Widowati BRIDA Provinsi Jawa Tengah
  • Setyo Aji Wijayanto BRIDA Provinsi Jawa Tengah
  • Citra Permatasari BRIDA Provinsi Jawa Tengah
  • Arif Sofianto Regional Research and Innovation Agency for Central Java Province
  • Komalawati Komalawati BRIN
  • A. Suhaeli Fahmi

Abstract

Jawa Tengah memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup besar, dimana produksi menduduki peringkat 2 se Indonesia dan menjadi salahsatu penopang ketahanan pangan. Namun di sisi hilir terdapat berbagai persoalan dari aspek tata Kelola, distribusi, dan pemasaran. Beberapa isu yang mengemuka antara lain keterbatasan rantai dingin, mutu dan keamanan, penjualan dalam bentuk mentah, ketergantungan nelayan pada tengkulak, serta rendahnya konsumsi ikan. Analisis Supply Chain Operations Reference (SCOR) menunjukkan bahwa struktur rantai pasok telah terbentuk secara fungsional. Kekuatan utama rantai pasok terletak pada efisiensi biaya dan pemanfaatan aset, sedangkan kelemahan menonjol pada keandalan pemenuhan pesanan, kecepatan respons distribusi, jaminan mutu dan keamanan produk, serta keterbatasan fasilitas rantai dingin dan sertifikasi kelayakan pengolahan di banyak Unit Pengolahan Ikan. Aliran produk belum sepenuhnya mendukung ketersediaan ikan segar yang stabil, terjangkau, dan merata karena terkendala hambatan logistik, ketimpangan infrastruktur, dan lemahnya integrasi informasi. Perbaikan ketepatan waktu, penurunan kehilangan pascapanen, peningkatan kapasitas pengolahan, peningkatan standar mutu, penerapan GMP, dan penguatan sistem traceability berkontribusi terhadap ketahanan pangan. Strategi yang diperlukan untuk perbaikan meliputi penguatan infrastruktur TPI dan rantai dingin, pengembangan sistem informasi pasar terintegrasi, penguatan kelembagaan nelayan dan pelaku pengolahan, serta penyusunan kebijakan hilirisasi yang sejalan dengan agenda ketahanan pangan daerah.

References

Boyd, C. E., McNevin, A. A., & Davis, R. P. 2022. The Contribution of Fisheries and Aquaculture to the Global Protein Supply. Food Security, 14(3), 805-827
Hidayat, N., Asmanita Wati, N. Z., & Oktaviani, N. 2024. Analisis Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) Guna Optimalisasi Distribusi Usaha Mikro Kecil Menengah Pengepulan Kepiting di Wilayah Tarakan. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5(4), 2628–2636. https://doi.org/10.47467/elmal.v5i4.1144
Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2024. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, 2024.
Khadijah, A., Hasanah, H., Suherlan, A. 2021. Pengukuran Model SCOR dan Analisis SWOT Pada Rantai Pasok Cumi-Cumi di PPN Karangantu. Jurnal InTent, 4 (1): 11-24.
Oppier, H., Ramly, F., Madoan A., Harury, H.D. 2024. Aset Mata Pencaharian dan Efisiensi Model Rantai Pasok Rantai Nilai Perikanan Tangkap Pelagis Kecil Masyarakat Pesisir Pulau Saparua. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan 14 (1): 65-79.
Ramadhani, M., A., Bachtiar, I., Sabian, S. A. 2025. Penguatan Supply Chain Management Untuk Keberlanjutan Perikanan Tangkap di Provinsi Jawa Tengah. JUPITER 6(1): 41-53.
Wardana, N. K., Putra, R. A. D., Anwar, S., Syaiban, D. K., Marvao, Y. G., dan Isdianto, A. 2024. Study on Household Food Security in the Border Region of Indonesia-Timor-Leste: A Case Study in Belu Regency. JECE-Journal of Empowerment Community and Education, 3(4):203–9.
Wati, N.K., Prasetyo, W., Wulandari, R.S. 2021. Measurement of Organic Catfish Supply Chain with Supply chain Operation Reference (SCOR) Approach in the Home Industry (Organic Catfish in Dungus Sidoarjo). Journal Knowledge Industrial Engineering, 8(1):17-27
Published
2026-03-06
Section
Policy Brief