EKSISTENSI SENI PERTUNJUKAN MELALUI PENYEDIAAN RUANG EKSPRESI

  • Okki Chandra Ambarwati BRIDA Provinsi Jawa Tengah
  • Lita Febrian BRIDA Provinsi Jawa Tengah
  • Sri Sunami BRIDA Provinsi Jawa Tengah
  • Moch. Lukluil Maknun Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Dyah Susilawati Badan Riset dan Inovasi Nasional
Keywords: art, Central Java, culture, performance, space for expression

Abstract

Expression spaces (physical and non-physical) is an important strategy in the advancement of culture, especially traditional performing arts. This paper presents three main points: examining the condition of spaces for cultural expression, examining the role of spaces for cultural expression in the existence of traditional performing arts, and examining the role of spaces for cultural expression in the community's economy. Conditions of the Arts Field findings indicate a diversity in the condition of spaces for cultural expression in Central Java, both in terms of local government commitment, resource support, and the availability of spaces for expression. This diversity is reflected in the infrastructure and policies in each region. In general, the provision of spaces for expression depends on government and community self-reliance; private sector involvement is still limited. The existence of spaces for expression plays a close role in the existence of traditional performing arts. This can be seen from the existence of art, the presence of artists, and the presence of art lovers around the spaces for expression. Spaces for expression of local traditional arts depend on community initiation at traditional events or rituals. The creation of spaces for expression by local governments in the form of regular festivals and cultural events, in line with efforts to maintain the existence of traditional performing arts for public enjoyment. The existence of spaces for cultural expression contributes to the community's economy at large. This is demonstrated by the creation of job opportunities and increased public interest in economic activities around spaces of expression, although this has not yet significantly increased the income of artists, especially community artists. This paper recommends the addition of inclusive and sustainable spaces of expression to impact the economy and the existence of the arts. Local governments should utilize social media spaces of expression to reach a wider audience and digitally document performances

References

Bappeda Kota Surakarta. (2021). Kajian Dampak Seni Pertunjukan terhadap Ekonomi Kota Surakarta.
Brandon, J. R. (1967). Theatre in Southeast Asia. Cambridge University Press.
Brown, R. (2012). Artistic Development in Community Cultural Centers. Art & Society Review.
Djelantik, A. A. M. (1998). Seni Pertunjukan Ritual dan Politik. Gelar: Jurnal Ilmu dan Seni STSI Surakarta, 2(1), 9–19.
Erawati, N. M. P. (2019). Pariwisata dan Budaya Kreatif: Sebuah Studi Tentang Tari Kecak di Bali. KALANGWAN Jurnal Seni Pertunjukan, 5(1), 1–6. http://jurnal.isidps.ac.id/index.php/kalangwan/article/view/731
Fauzi, Y. N. (2022). Strategi Apresiasi Dalam Pemajuan Kebudayaan Bidang Seni Dalam Dunia Pendidikan. PARAGUNA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, Pemikiran, dan Kajian Seni Karawitan, 9(2), 95–101.
Fitiriasari, P. D. (2019). Partisipasi Masyarakat Dalam Kesenian Soreng Guna Meningkatkan Ketahanan Budaya (Studi Di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah). Jurnal Ketahanan Nasional, 25(3), 409–420.
Hermawati, S., & Milawaty, Y. (2016). Potensi Industri Pariwisata Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 21(3), 173–181.
Hasanah, L. L. N. El. (2015). Pengembangan Wirausaha Muda Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Studi Pemuda. Diakses dari https://journal.ugm.ac.id/jurnalpemuda/article/view/36812
Irhandayaningsih, Ana. (2018). Pelestarian Kesenian Tradisional sebagai Upaya Dalam Menumbuhkan Kecintaan Budaya Lokal di Masyarakat Jurang Blimbing Tembalang. ANUVA, 2(1): 19-27.
Irianto, Agus Maladi. (2016). Komodifikasi Budaya Di Era Ekonomi Global Terhadap Kearifan Lokal: Studi Kasus Eksistensi Industri Pariwisata dan Kesenian Tradisional di Jawa Tengah. Jurnal Theologia, 27(1). 213-236.
Irianto, Agus Maladi. (2017). Kesenian Tradisional Sebagai Sarana Strategi Kebudayaan di Tengah Determinasi Teknologi Komunikasi. NUSA,12 (1).
Kabnani, J. S., Bunga, A. O., Sheldena, D. N., & Laure, M. (2024). Kajian Seni Pertunjukan Musik Tradisional Melalui Komunitas Musik terhadap Pengembangan Nilai Budaya dan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Sabu Raijua. Apostolos: Journal of Theology and Christian Education, 2(2), 138–151.
Kayam, U. (2000). Pertunjukan Rakyat Tradisional Jawa dan Perubahan. In S. Sairin & H. S. A. Putra (Eds.), Ketika orang Jawa nyeni (pp. 1–20). Yogyakarta: Galang Press.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian dan Teknologi, Badan Pusat Statistik, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2023). Indeks Pembangunan Kebudayaan Tahun 2021.
Khutniah, N., & Iryanti. V.E. (2012). Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Jepara. Jurnal Seni Tari, 1(1) (2012)
Martono, I., & Handoko, A. (2017). Topeng Etnik Nusantara Dalam Perkembanagan Budaya Global. MUDRA Jurnal Seni Budaya, 32, (1) 123-130
Mastra, I.W., Adnyana, I.B.G.B., & Pancawati, L.P. (2021). Determinisme Teknologi Komunikasi dan Globalisasi Media terhadap Seni Budaya Indonesia. Widyadari, 22(1), 182 – 194.
Monika, A., Aidar, A., Anggreani, N., Sari, N. M., Munasril, M., Agustina, R., Farma, R., Herdah, S. A., & Sampena, I. D. (2024). Penguatan Ekonomi dan Budaya Melalui Peran Festival Seni dalam Meningkatkan Kesadaran Sosial dan Budaya di Kabupaten Aceh Singkil. Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN), 2(2), 1012–1018. https://doi.org/10.32672/ampoen.v2i2.2370
Murni, E.S., Rohidi, T.R., & Syarif, M.I. (2016). Topeng Seni Barongan Di Kendayakan Tegal: Ekspresi Simbolik Budaya Masyarakat Pesisiran. Catharsis: Journal of Arts Education, 5 (2).
Puguh, D.R., & Utama, M.P. (2018). Peranan Pemerintah Dalam Pengembangan Wayang Orang Panggung. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 3(2), 133-153.
Puguh, D. R. (25 Maret 2024). Kondisi Kebudayaan di Masyarakat dan Ruang Publik Dalam Ekosistem Kebudayaan Di Jawa Tengah. Materi disampaikan dalam kajian “Menghidupkan Ruang Ekspresi sebagai Strategi Pemajuan Kebudayaan di Jawa Tengah”, diselenggarakan oleh Brida Provinsi Jawa Tengah, Semarang.
Puslitjak. (2020). Tata Kelola Kebudayaan dalam Mendukung Pemajuan Kebudayaan. Risalah Kebijakan. Pusat Penelitian Kebijakan. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Santosa, D.H., Haryono, T., & Soedarsono., R.M. (2013). Seni Dolalak Purworejo Jawa Tengah: Peran Perempuan dan Pengaruh Islam Dalam Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kawistara, 3(3), 227-334.
Setiyorini, H. P. D., & Mukti, A. B. (2017). Seni Pertunjukan Wayang Orang Sebagai Daya Tarik Wisata Perkotaan - Tinjauan Konsep Experience Economy. Proceeding SENDI_U. https://www.unisbank.ac.id/ojs/ index.php/sendi_u/article/view/5049
Sinaga, F.S.S, Winangsit, E., & Putra, A.D. (2021). Pendidikan, Seni, dan Budaya: Entitas Lokal dalam Peradaban Manusia Masa Kini. Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik, 4(2).
Smith, J. (2010). Cultural Preservation Through Community Spaces. Journal of Cultural Heritage.
Soedarsono, R. M. (2003). Seni Pertunjukan Dari Perspektif Politik, Sosial, Dan Ekonomi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Solehah, S., Jamaludin. U., & Fitrayadi, D.S. (2022). Nilai-Nilai Budaya pada Kesenian Debus (Suatu Pendekatan Studi Etnografi Budaya Banten). Journal of Civic Education, 5(2), 212-222.
Solehudin, A., Fathama, A., & Aryani, N. P. (2023). Pemanfaatan Tari Kecak Sebagai Ekonomi Kreatif untuk Peningkatan Perekonomian Daerah. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora, 1(01). https://journal.forikami.com/index.php/ nusantara/ article/view/91
Sujarno, A. C., Munawaroh, S., & Suyami. (2003). Seni Pertunjukan Tradisional: Nilai, Fungsi, dan Tantangannya. Yogyakarta: Kemenbudpar
Sulastri, S. (2020). Pengaruh Pendapatan Sektor Pariwisata terhadap Kesejahteraan Masyarakat Dan Pertumbuhan Ekonomi Lampung Timur. Fidusia: Jurnal Keuangan dan Perbankan, 2(2), 13–27.
Surahman, S. (2016). Determinisme Teknologi Komunikasi dan Globalisasi Media Terhadap Seni Budaya Indonesia. Jurnal Rekam, 12(1).
Syahputra, R. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Samudra Ekonomika, 1(2). https://doi.org/10.36407/serambi.v2i3.207
Wadiyo, Wa, Timbul Haryono, R.M. Soedarsono, R.M. Soedarsono, Victor Ganap. 2012. Campursari Karya Manthous: Kreativitas Industri Musik Jawa dalam Ruang Budaya Massa. Jurnal Seni Budaya, Vol 22, No 4 (2012)
Waluyo, Djoko, Rosmawati. 2021. Dinamika Seni Tradisional Pada Era Digital Dynamics of Traditional Art in The Digital Age. Majalah Ilmiah Semi Populer Komunikasi Massa Vol. 2 No. 2 Desember 2021 Hal: 161 - 172
Widari, Sri D. A. D. (2020). Kebijakan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan: Kajian Teoretis dan Empiris. Jurnal Kajian dan Terapan Pariwisata, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.53356/diparojs.v1i1.12
Yuliza, F. (2020). Creativity of Art in Sendratari Ramayana as an Example of Transformation Process. Jurnal Ekspresi Seni Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 22 (2), 2580-2
Published
2026-03-05
Section
Policy Paper