POTENSI PERTUMBUHAN PURWOCENG DENGAN TEKNIK IRIGASI TETES, NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) DAN PENANAMAN DI LAHAN TERBUKA

  • Eni Sumarni Universitas Jenderal Soedirman
  • Loekas Soesanto Universitas Jenderal Soedirman.
  • Noor Farid Universitas Jenderal Soedirman.
  • Hanif Nasiatul Baroroh Universitas Jenderal Soedirman

Abstrak

Rendahnya hasil dan kualitas purwoceng pada penanaman secara konvensional di lahan terbuka dapat diatasi dengan aplikasi teknologi hidroponik di dalam greenhouse. Teknologi hidroponik di dalam greenhouse memungkin pengendalian tanaman secara terkontrol, panen lebih terencana dan mengurangi hama dan penyakit. Hasil penelitian produksi purwoceng secara hidroponik melalui teknik irigasi drip dan NFT secara terpisah sudah dilakukan. Hasil kajian produksi purwoceng dengan teknik hidroponik nutrient film technique (NFT) menunjukkan bahwa purwoceng sensitif terhadap air yang tersirkulasi. Tanaman purwoceng layu pada sistem NFT mencapai 40%. perlu kajian lanjut bagaimana teknik hidroponik irigasi drip, NFT dan di lahan terbuka terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman purwoceng. Tujuan dari penelitan adalah mendapatkan pengaruh irigasi drip, NFT dan lahan terbuka terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah cabang tanaman purwoceng di musim kemarau. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Iklim mikro di dalam dan luar greenhouse yang diamati meliputi suhu udara dan kelembapan udara. Data pertumbuhan dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan uji DMRT taraf 5%. Variabel pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah cabang. Produksi purwoceng menggunakan sistem irigasi drip, sistem NFT dan lahan terbuka memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan purwoceng. Irigasi drip di dalam greenhouse menghasilkan rata-rata tinggi tanaman dan jumlah cabang tertinggi dibandingkan teknik NFT dan di lahan terbuka. Penanaman purwoceng dengan irigasi drip menunjukkan hasil tertinggi, yaitu 14 buah. Jumlah cabang tanaman purwoceng di lahan terbuka rata-rata mencapai 6,9 buah. Teknik NFT menghasilkan jumlah cabang terendah yaitu 3,9 buah.

##submission.authorBiographies##

##submission.authorWithAffiliation##

Jurusan Teknologi Pertanian

##submission.authorWithAffiliation##

Jurusan Agroteknologi

##submission.authorWithAffiliation##

Jurusan Agroteknologi

##submission.authorWithAffiliation##

Jurusan Farmasi

Referensi

Beese, F., R.Horton, P.J. Wierenga. 1982. Physiological response of chile pepper to trickle irrigation. Agron J 74:551–555.

Darwati, I., dan I Roostika. 2006. Status penelitian purwoceng (Pimpinella alpina Molk.) di Indonesia. Buletin Plasma Nutfah Vol.12 No.1. Hal: 9-15.

Deptan, 2007. Prospek dan arah pengembangan agribisnis tanaman obat. Edisi Ke 2. Jakarta. 24 halaman.

Harmanto, H.J. Tantau, V.M. Salokhe, 2006. Microclimate and air exchange rates in greenhouses covered with different nets in the humid tropics. Biosystems Engineering .94.(2):239–253

Haryanti, S 2010. Pengaruh naungan yang berbeda terhadap jumlah stomata dan ukuran porus stomata daun Zephyranthes rosea Lindl. Buletin Anatomi dan Fisiologi Vol. XVIII.

Rifai, M.A. 1992. Tiga puluh tumbuhan obat langka di Indonesia. Sisipan Florabunda 2. Penggalang taksonomi tumbuhan Indonesia, Bogor, h. 22-23.

Rostiana, O., W. Haryudin dan S. Aisyah. 2006. Karkateristik nomor-nomor koleksi purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) di Gunung Putri. Prosiding Seminar Nasional dan Pameran Tumbuhan Obat Indonesia XXVIII, Bogor. Hal. 55-61.

Suhardiyanto. 2009. Teknologi rumah tanaman untuk iklim tropika basah. IPB Press. Bogor.

Sumarni, E., N. Farid dan L. Soesanto. 2017a. A study of suitability of purwoceng medicinal plant on the hydroponic system with drip irrigation for preventing extinction. Prosiding seminar nasional Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia. Unsyiah-Banda Aceh.2-3 November. ISSN 2615-2045. SK ISSN : 0005.26152045/Jl.3.1/SK.ISSN/2018.02.

Sumarni, E., N. Farid, L. Soesanto dan H.N. Baroroh. 2017b. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman purwoceng pada budidaya secara hidroponik nutrient film technique (NFT). Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah. Volume.1.2:133-230. ISSN 1412-9833.
Diterbitkan
2018-12-27