Perancangan Kontrol Synchronizer pada Sistem Bahan Bakar Engine Biogas
Abstract
Biogas merupakan energi baru dan terbarukan yang memiliki banyak kelebihan. Energi ini dapat diperbaharui, lebih ramah lingkungan, mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu, biogas memiliki nilak oktan yang tinggi sehingga mampu digunakan pada engine yang memiliki kompresi tinggi. Penggunaan biogas sebagai bahan bakar engine harus memiliki kualitas yang memadai. Kualitas ini sangat dibutuhkan karena tidak semua biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar. Berdasarkan penelitian sebelumnya kualitas bahan bakar dibagi menjadi beberapa kluster. Kluster pertama, biogas memiliki kandungan metana cukup tinggi sehingga dengan mudah dapat digunakan untuk menghidupkan engine. Kluster kedua, biogas memiliki kandungan metana kurang tinggi sehingga sulit digunakan untuk menghidupkan engine. Kluster ketiga, biogas memiliki kandungan metana cukup rendah, sehingga tidak dapat digunakan untuk menghidupkan engine. Penelitian ini digunakan untuk menyelesaikan pada permasalahan penggunaan biogas kluster kedua. Pada kluster kedua ini sistem kontrol synchronizer digunakan untuk mengendalikan proses peralihan bahan bakar dari bensin ke biogas. Metode yang diterapkan dengan merancang sistem kontrol synchronizer secara electronic dan bekerja dengan sistem step. Hasilnya berupa rancangan sistem kontrol synchronizer yang dapat mengendalikan biogas saat masuk ke engine dengan fungsi step. Mengingat Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi dalam menghasilkan biogas yang cukup banyak baik sektor peternakan maupun industri tahu, maka hasil penelitian ini dirokemendasikan untuk dapat diterapkan secara masif. Disamping itu, teknologi ini mampu menghemat cost energi cukup tinggi, karena bahan bakarnya berasal dari limbah yang mencemari lingkungan, namun dapat memberikan nilai ekonomi. Penghematan biaya yang dilakukan bisa mencapai 39.000 watt per bulan dengan asumsi per hari menggunakan 1500 watt selama 26 hari. Teknologi dirancang dapat digunakan pada biogas kluster 2
References
[2] D. Siswanto, “Out Look Energi Indonesia 2019,” Sekretaris Jenderal Dewan Energi
Nasional, 2019.
[3] Al-fattah and SM, “Journal of Petroleum Science and Engineering Non-OPEC conventional
oil : Production decline , supply outlook and key implications,” J. Pet. Sci. Eng., vol. 189, p.
107049, 2019.
[4] P. RI, “Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Energi,” 2014.
[5] Parikesit and SB, “Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum
Energi Nasional,” 2017. [Online]. Available: https://peraturan.bpk.go.id/Details/68772.
[6] H. Atmim, “Pusat Industri Tahu Pertama Di Kecamatan Batang, Kabupaten Batang,”
Kumparan, 2024. https://kumparan.com/hatmaatmim3/pusat-industri-tahu-pertama-dikecamatan-batang-kabupaten-batang-22obIJp5oge/full
[7] T. K. Publik, “Diresmikan, Kota Pekalongan Kini Miliki Sentra Kampung Tahu Sodu,”
Pemerintah Kota Pekalongan, 2023. https://pekalongankota.go.id/berita/diresmikan-kotapekalongan-kini-miliki-sentra-kampung-tahu-sodu.html
[8] A. F. Herwinda, “Potret Industri Rumahan: Pabrik Tahu Sari Murni di Kampung Krajan,
Surakarta,” Kompasiana, 2024.
https://www.kompasiana.com/windafajar0371/6662fadf34777c0eb51f4fe2/potret-industri-
rumahan-pabrik-tahu-sari-murni-di-kampung-krajan-surakarta
[9] S. Hartini, S. Munahar, D. C. Anindito, and B. C. Purnomo, “Sugihmanik Tofu Industry
MSME Strengthening with Integrated Implementation of Biogas Energy Conversion to
Electricity,” Jati Emas (Jurnal Apl. Tek. dan Pengabdi. Masyarakat), vol. 8, no. 4, pp. 173–
180, 2024.
[10] M. J. B. Kabeyi and O. A. Olanrewaju, “Technologies for biogas to electricity conversion,”
Energy Reports, vol. 8, pp. 774–786, 2022, doi: 10.1016/j.egyr.2022.11.007.
[11] W. Uddin et al., “Biogas potential for electric power generation in Pakistan: A survey,”
Renew. Sustain. Energy Rev., vol. 54, pp. 25–33, 2016, doi: 10.1016/j.rser.2015.09.083.
[12] I. W. Surata, T. G. T. Nindhia, I. K. A. Atmika, D. N. K. P. Negara, and I. W. A. E. P. Putra,
“Simple conversion method from gasoline to biogas fueled small engine to powered electric
generator,” Energy Procedia, vol. 52, pp. 626–632, 2014, doi:
10.1016/j.egypro.2014.07.118.