Penguatan Kelembagaan Sosial Perempuan untuk Pelaksanaan dan Monitoring Pembangunan Desa di Jawa Tengah

  • M. Alie Humaedi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Abstract

Policy Brief ini disusun berdasarkan hasil penelitian terkait peran perempuan dalam kebijakan insentif Dana Desa di Jawa Tengah. Keterlibatan kelompok perempuan dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban pembangunan Dana
Desa sangat nyata. Namun, ada pergeseran nilai sosial kolektif, sehingga peran mereka lebih bersifat transaksional dan politis. Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sebagai organisasi perempuan desa kurang berperan pada
perencanaan dan implementasi pembangunan. Terlebih ketika aktivitas PKK didominasi oleh aktor perempuan yang berada pada jaringan kuasa politik lokal. Berdasarkan kenyataan ini, penguatan kelembagaan sosial perempuan, seperti lembaga baru berupa
Badan Perempuan Pembangunan Desa (BPPD), untuk monitoring dan evaluasi tahapan pembangunan desa perlu dilakukan secara partisipatif, deliberatif, non-partisan dan inklusif. Pelibatan kelompok perempuan dalam wadah kelembagaan sosial (BPPD)
menjadi strategis, karena sesuai dengan cita-cita filosofis “ngopeni, nglakoni” Gubernur Jawa Tengah, dan selaras visi “Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan untuk Menuju Indonesia Emas 2045”, khususnya pada Misi terkait tata kelola
pemerintahan (No. 3), pembangunan infrastruktur (No. 4), dan perlindungan kesejahteraan sosial (No. 5).

References

Fonseca X, Lukosch S, Brazier F (2019). Social cohesion revisited: a new definition and how to
characterize it. Innov Eur J Soc Sci Res 32:231–253. https://doi.
org/10.1080/13511610.2018.1497480.
Humaedi, M. A., Wibowo, D. P., Hariyanto, W., Susilo, S. R. T., Wijayanti, F., Hakim, F. N.,
Martino, M., Wijaya, G., Andari, R. N., Yumantoko, Y., & Tessa, A. (2025). Shifting
collective values: the role of rural women and gotong royong in village fund policy.
Humanities and Social Sciences Communications, 12(1), 411.
https://doi.org/10.1057/s41599-025-04577-6.
Ishtiaq, M. (2019). Book Review Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative,
Quantitative and
Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage. English Language
Teaching, 12(5), 40. https://doi.org/10.5539/elt.v12n5p40.
Lukiyanto K, Wijayaningtyas M (2020) Gotong royong as social capital to over come micro and
small enterprises’ capital difficulties. Heliyon 6:e04879.
https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2020.e04879.
Narayan, D., & Cassidy, M. F. (2001). A Dimensional Approach to Measuring Social Capital:
Development and Validation of a Social Capital Inventory. Current Sociology, 49(2),
59–102.
https://doi.org/10.1177/0011392101049002006.
Slikkerveer, L. J. (2019). Gotong Royong: An Indigenous Institution of Communality and Mutual
Assistance in Indonesia (pp. 307–320). https://doi.org/10.1007/978-3-030-054236_14.
Published
2026-10-16