KEBERLANJUTAN SISTEM PERTANIAN TERPADU DI JAWA TENGAH: Bagaimana strategi dan kolaborasinya?
Abstract
Pertanian Jawa Tengah menyumbang 13,60% terhadap PDRB Jawa Tengah pada tahun 2020 - 2024. Di sisi lain, pertanian menghadapi tantangan serius seperti degradasi lahan, perubahan iklim, ketergantungan pada input kimia, rantai pasok yang panjang, kepemilikan lahan kecil, krisis regenerasi petani sulit, dan rendahnya nilai tukar petani. Integrated Farming System (IFS) hadir sebagai solusi inovatif menuju pertanian berkelanjutan, dengan mengintegrasikan tanaman, ternak, perikanan, dan komponen lain secara efisien menuju zero-waste dan meningkatkan pendapatan petani. Pendekatan IFS selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) pada tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) dan 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), serta Program Aksi Gubernur Jawa Tengah, serta arah kebijakan jangka panjang “Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan industri nasional”. Hasil kajian BRIDA Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024 mengidentifikasikan faktor pendorong implementasi IFS yang berkelanjutan adalah kesadaran masyarakat terkait pentingnya keberlanjutan lingkungan, keterlibatan aktif masyarakat, komitmen, transparansi kelembagaan, dan dukungan pemerintah. Namun demikian, keberlanjutan IFS terkendala aspek hilirisasi (diversifikasi produk olahan yang minim), kelangkaan input produksi, penerapan teknologi modern yang belum optimal, serta keterbatasan modal dan akses rantai pasok serta pasar. Diperlukan komitmen lintas sektor dan dukungan pemerintah agar IFS berkembang menjadi model unggulan pertanian berkelanjutan di Jawa Tengah.
References
Anwarudin, O., Sumardjo, S., Satria, A., & Fatchiya, A. (2020). Proses dan pendekatan regenerasi petani melalui multistrategi di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 39(2), 73-85.
Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 2025. Provinsi Jawa Tengah dalam Angka 2025. Semarang: BPS Provinsi Jawa Tengah.
Basri, M. (2019). Analisis Kelayakan Ekonomi Sistem Pertanian Terpadu Pada Zona Agroekosistem Lahan Kering Dataran Rendah. Jurnal FLOBAMORA, 2(2), 1–11.
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah. (2024). Jawa Tengah sebagai Penumpu Pangan Nasional: Akankah Terwujud Hingga 2045?. Policy Brief, 2(4), 1-4.
Deperiky, D., Santosa, Hadiguna, R.A., Nofialdi. (2021). Manajemen Rantai Pasok Agroindustri Bawang Merah di Nagari Alahan Panjang: Profil dan Identifikasi Masalah. Jurnal Daya Saing, 7(1), 73-80.
Djibran, M.M, Andiani, P., Nurhasanah, D.P., & Mokoginta, M.M. (2023). Analisis Pengembangan Model Pertanian Berkelanjutan yang Memperhatikan Aspek Sosial dan Ekonomi di Jawa Tengah. Jurnal Multidisiplin West Science 2(10). 847-857.Fadhilah, F., Winarno, J., & Widiyanti, E. (2024). Pertanian Terpadu dan Dukungan Lembaga Lokal dalam Upaya Konservasi DAS Hulu Desa Beruk Jatiyoso Karanganyar. AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension, 47(2), 56-62.
Fadhilah, F.N., Winarno, J., & Widiyanti, E. (2023). Pertanian Terpadu dan Dukungan Lembaga Lokal dalam Upaya Konservasi DAS Hulu Desa Beruk Jatiyoso Karanganyar. Agritexts: Journal of Agricultural Extension, 47(2), 56-62. https://doi.org/10.20961/agritexts.v47i2.90642.
Gultom, F., & Harianto, S. (2021). Revolusi hijau merubah sosial-ekonomi masyarakat petani. TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 4(2), 145-154.
Huda, N., Wibowo, A., & Winarno, J. (2021). Pengembangan Kapasitas Kelompok Tani dalam Penerapan Pertanian Terpadu di Nglebak, Karanganyar. AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, 2(2), 143-154.
Ismiyanto. (2023, November 1). Lahan Pertanian di Jateng Menyusut 400 Hektar Per Tahun. Diambil kembali dari http://jogja.tribunnews.com/2014/10/14/lahan-pertanian-di-jateng-menyusut-400-hektar-per-tahun
Keumala, C. M., & Zainuddin, Z. (2018). Indikator kesejahteraan petani melalui nilai tukar petani (NTP) dan pembiayaan syariah sebagai solusi. Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 9(1), 129-149.
Marpaung, N., & Bangun, I. C. (2023). Pentingnya Regenerasi Petani dalam Modernisasi Pertanian. Jurnal Kajian Agraria Dan Kedaulatan Pangan (JKAKP), 2(2), 27-33.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2025). Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD ) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026: Buku I. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah: Semarang.
Ponnusamy, K., & Devi, M. K. (2017). Impact of integrated farming system approach on doubling farmers’ income. Agricultural Economics Research Review, 30.
Prabowo, R., Bambang, A. N., & Sudarno, S. (2020). Pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan pertanian. MEDIAGRO: journal of agricultural sciences, 16(2).
Pratiwi, K. E. (2022). Dampak kepemilikan lahan terhadap subjective well being rumah tangga tani di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 6(2), 519-528.
Putri, F. A. (2024). Pengaruh degradasi lahan terhadap keberlanjutan pertanian padi di indonesia hasil survei pertanian terintegrasi (SITASI) 2021. In Seminar Nasional Official Statistics (Vol. 2024, No. 1, pp. 111-116).
Rahayu, H.S.P., & Herawati. (2021). Keberlanjutan Penerapan Teknologi Padi Sawah Ramah Lingkungan dalam Aspek Kapasitas Petani dan Sifat Inovasi di Sulawesi Tengah. Jurnal Penyuluhan, 17(2), 228-236.
Rozci, F. (2024). Dampak Perubahan Iklim Terhadap Sektor Pertanian Padi. Jurnal Ilmiah Sosio Agribis, 23(2), 108-116.
Sheikh, M. M., Riar, T. S., & Pervez, A. K. M. (2021). Integrated farming systems: A review of farmers friendly approaches. Asian Journal of Agricultural Extension, Economics & Sociology, 39(4), 88-99.
Singh, P. K., & Dubey, A. (2023). Integrated farming system. Test Book of resource conservation practices, 99-113.
Sugiardi, S. (2025). Pemanfaatan Teknologi Blockchain Untuk Rantai Pasokan Pertanian Yang Transparan Dan Berkelanjutan. In Prosiding Seminar Nasional Indonesia (Vol. 3, No. 2, pp. 252-261).
Vintarno, J., Sugandi, Y.S., Adiwisastra, J. (2019). Perkembangan Penyuluhan Pertanian Dalam Mendukung Pertumbuhan Pertanian Di Indonesia. Responsive, 1(3), 90-96.
Zahara., Mawardi, R., & Irawati, A. (2019). Analisis Biaya, Pendapatan Dan Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pendapatan Usahatani Padi Di Kabupaten Pringsewu. Prosiding Seminar Nasional Agroinovasi Spesifik Lokasi untuk Ketahanan Pangan pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN, 553 – 560