RUANG EKSPRESI SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL: Tantangan Eksistensi dan Regenerasi
Abstract
Ruang ekspresi (fisik maupun non fisik) merupakan salah satu strategi penting dalam pemajuan kebudayaan, terutama seni pertunjukan tradisional. Keberadaan ruang ekspresi berperan erat dengan eksistensi seni pertunjukan tradisional. Hal tersebut dapat dilihat dari keberadaan seni, keberadaan pelaku seni, dan keberadaan penikmat seni di sekitar ruang ekspresi. Penciptaan ruang ekspresi oleh pemerintah daerah berupa penyelenggaraan festival dan acara budaya secara rutin, selaras dengan upaya untuk menjaga eksistensi seni pertunjukan tradisional untuk dapat dinikmati oleh publik. Keberadaan ruang ekspresi budaya juga berkontribusi terhadap ekonomi masyarakat secara luas. Hal ini ditunjukkan dengan penciptaan peluang lapangan kerja dan peningkatan minat masyarakat untuk beraktivitas ekonomi di sekitar ruang ekspresi, meskipun belum cukup meningkatkan pendapatan seniman terutama seniman komunitas. Naskah ini merekomendasi penambahan ruang ekspresi yang inklusif dan berkelanjutan serta pemanfaatan ruang ekspresi digital untuk menjangkau masyarakat secara luas dan mendokumentasikan pertunjukan secara digital.
References
Brandon, J. R. (1967). Theatre in Southeast Asia. Cambridge University Press.
Brown, R. (2012). Artistic Development in Community Cultural Centers. Art & Society Review.
Djelantik, A. A. M. (1998). Seni Pertunjukan Ritual dan Politik. Gelar: Jurnal Ilmu dan Seni STSI Surakarta, 2(1), 9–19.
Fitiriasari, P. D. (2019). Partisipasi Masyarakat Dalam Kesenian Soreng Guna Meningkatkan Ketahanan Budaya (Studi Di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah). Jurnal Ketahanan Nasional, 25(3), 409–420.
Hermawati, S., & Milawaty, Y. (2016). Potensi Industri Pariwisata Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 21(3), 173–181.
Irianto, Agus Maladi. (2016). Komodifikasi Budaya Di Era Ekonomi Global Terhadap Kearifan Lokal: Studi Kasus Eksistensi Industri Pariwisata dan Kesenian Tradisional di Jawa Tengah. Jurnal Theologia, 27(1). 213-236.
Irianto, Agus Maladi. (2017). Kesenian Tradisional Sebagai Sarana Strategi Kebudayaan di Tengah Determinasi Teknologi Komunikasi. NUSA,12 (1).
Kabnani, J. S., Bunga, A. O., Sheldena, D. N., & Laure, M. (2024). Kajian Seni Pertunjukan Musik Tradisional Melalui Komunitas Musik terhadap Pengembangan Nilai Budaya dan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Sabu Raijua. Apostolos: Journal of Theology and Christian Education, 2(2), 138–151.
Kayam, U. (2000). Pertunjukan Rakyat Tradisional Jawa dan Perubahan. In S. Sairin & H. S. A. Putra (Eds.), Ketika orang Jawa nyeni (pp. 1–20). Yogyakarta: Galang Press.
Khutniah, N., & Iryanti. V.E. (2012). Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Jepara. Jurnal Seni Tari, 1(1) (2012)
Monika, A., Aidar, A., Anggreani, N., Sari, N. M., Munasril, M., Agustina, R., Farma, R., Herdah, S. A., & Sampena, I. D. (2024). Penguatan Ekonomi dan Budaya Melalui Peran Festival Seni dalam Meningkatkan Kesadaran Sosial dan Budaya di Kabupaten Aceh Singkil. Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN), 2(2), 1012–1018. https://doi.org/10.32672/ampoen.v2i2.2370
Puguh, D.R., & Utama, M.P. (2018). Peranan Pemerintah Dalam Pengembangan Wayang Orang Panggung. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 3(2), 133-153.
Santosa, D.H., Haryono, T., & Soedarsono., R.M. (2013). Seni Dolalak Purworejo Jawa Tengah: Peran Perempuan dan Pengaruh Islam Dalam Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kawistara, 3(3), 227-334.
Setiyorini, H. P. D., & Mukti, A. B. (2017). Seni Pertunjukan Wayang Orang Sebagai Daya Tarik Wisata Perkotaan - Tinjauan Konsep Experience Economy. Proceeding SENDI_U. https://www.unisbank.ac.id/ojs/ index.php/sendi_u/article/view/5049
Sinaga, F.S.S, Winangsit, E., & Putra, A.D. (2021). Pendidikan, Seni, dan Budaya: Entitas Lokal dalam Peradaban Manusia Masa Kini. Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik, 4(2).
Smith, J. (2010). Cultural Preservation Through Community Spaces. Journal of Cultural Heritage.
Soedarsono, R. M. (2003). Seni Pertunjukan Dari Perspektif Politik, Sosial, Dan Ekonomi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Solehah, S., Jamaludin. U., & Fitrayadi, D.S. (2022). Nilai-Nilai Budaya pada Kesenian Debus (Suatu Pendekatan Studi Etnografi Budaya Banten). Journal of Civic Education, 5(2), 212-222.
Solehudin, A., Fathama, A., & Aryani, N. P. (2023). Pemanfaatan Tari Kecak Sebagai Ekonomi Kreatif untuk Peningkatan Perekonomian Daerah. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora, 1(01). https://journal.forikami.com/index.php/ nusantara/ article/view/91
Sujarno, A. C., Munawaroh, S., & Suyami. (2003). Seni Pertunjukan Tradisional: Nilai, Fungsi, dan Tantangannya. Yogyakarta: Kemenbudpar
Sulastri, S. (2020). Pengaruh Pendapatan Sektor Pariwisata terhadap Kesejahteraan Masyarakat Dan Pertumbuhan Ekonomi Lampung Timur. Fidusia: Jurnal Keuangan dan Perbankan, 2(2), 13–27.
Surahman, S. (2016). Determinisme Teknologi Komunikasi dan Globalisasi Media Terhadap Seni Budaya Indonesia. Jurnal Rekam, 12(1).
Syahputra, R. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Samudra Ekonomika, 1(2). https://doi.org/10.36407/serambi.v2i3.207
Wadiyo, Wa, Timbul Haryono, R.M. Soedarsono, R.M. Soedarsono, Victor Ganap. 2012. Campursari Karya Manthous: Kreativitas Industri Musik Jawa dalam Ruang Budaya Massa. Jurnal Seni Budaya, Vol 22, No 4 (2012)
Waluyo, Djoko, Rosmawati. 2021. Dinamika Seni Tradisional Pada Era Digital Dynamics of Traditional Art in The Digital Age. Majalah Ilmiah Semi Populer Komunikasi Massa Vol. 2 No. 2 Desember 2021 Hal: 161 - 172
Widari, Sri D. A. D. (2020). Kebijakan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan: Kajian Teoretis dan Empiris. Jurnal Kajian dan Terapan Pariwisata, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.53356/diparojs.v1i1.12